10 Perbedaan Antara Tablet untuk Desain Grafis dan Tablet untuk Baca
Tablet merupakan perangkat yang multifungsi tapi nggak semua tablet bisa melakukan pekerjaan berat. Layaknya hp dan laptop, tablet juga memiliki spesifikasi. Semakin spesifik kegunaan tablet maka semakin jelas tablet jenis apa yang kamu butuhkan untuk mendukung produktivitas kamu.
Sebagai contoh, Lilu hari ini akan menunjukkan perbedaan tablet yang digunakan sebagai perangkat desain dan tablet sebagai perangkat baca. Perbedaan mendasar dari kedua tablet ini ada pada spesifikasi, detail dan harga produknya. Untuk lebih jelasnya mari cek ulasan berikut.
Perbedaan Tablet Desain dan Tablet Baca
1. Resolusi Layar
- Desain Grafis: Tablet untuk desain grafis cenderung memiliki resolusi layar yang tinggi untuk menampilkan detail visual dengan jelas. Resolusi layar tablet desain sangat berguna untuk menampilkan kerapatan warna sehingga desainer bisa memilih warna yang paling sesuai dengan tingkat akurasi tinggi. Semakin tinggi resolusi layar yang digunakan maka akan semakin jelas kualitas desainnya.- Baca: Tablet untuk membaca biasanya memiliki resolusi yang cukup untuk teks, tetapi mungkin tidak sekuat tablet desain grafis. Tablet baca lebih mengutamakan kejelasan tulisan. Mengingat warna yang digunakan pada tulisan tidak sebanyak desain, maka resolusi layar yang tidak terlalu tinggi bisa diterapkan pada tablet baca. Patokannya tulisan bisa terlihat jelas, tidak buram dan tidak menjadikan mata mudah lelah.
2. Sensitivitas Sentuhan
- Desain Grafis: Tablet desain grafis sering kali dilengkapi dengan sensitivitas sentuhan tinggi dan dukungan untuk pena stylus, memungkinkan pengguna membuat detail yang halus. Sensitivitas sentuhan ini membantu para desainner saat membuat gambar, sketsa atau memilih warna yang sesuai rancangan mereka. Jika layar tablet sensitivitasnya rendah, akan sulit bagi desain menggambar dengan akurasi dan presisi tinggi. - Baca: Tablet untuk membaca mungkin memiliki sensitivitas sentuhan yang memadai, tetapi fokusnya lebih pada kenyamanan membaca. Alasan sederhananya karena membaca tidak membutuhkan banyak akses kreatif di layar. Pengguna tablet baca mungkin akan menggunakan tab untuk membuat catatan, menandai kalimat penting atau membuat gambar tertentu tapi intensitas dan ketelitiannya tidak serumit desainer grafis.
3. Kemampuan Pena Stylus
- Desain Grafis: Tablet desain grafis biasanya mendukung pena stylus dengan berbagai tingkat tekanan dan fitur presisi. Stylus Pen termasuk perangkat kerja yang banyak digunakan untuk memudahkan proses desain, membuat logo atau ilustrasi.- Baca: Tablet untuk membaca mungkin tidak memiliki fitur presisi yang sama pada pena stylus.
4. Kemampuan Multimedia
- Desain Grafis: Tablet desain grafis umumnya dilengkapi dengan kemampuan multimedia yang lebih tinggi, mendukung aplikasi dan software kreatif. Untuk membuka aplikasi seperti ini dibutuhkan prosesor tangguh agar kegiatan multitasking tanpa kendala. - Baca: Tablet untuk membaca fokus pada ketersediaan aplikasi pembaca e-book dan fitur kenyamanan membaca. Tablet baca tidak membutuhkan spesifikasi khusus, karena aplikasi baca tidak membutuhkan banyak ruang penyimpanan dan tidak berat.
5. Prosesor dan Performa
- Desain Grafis: Tablet desain grafis sering kali memiliki prosesor yang kuat untuk menangani aplikasi desain grafis yang membutuhkan daya pemrosesan tinggi. Sama seperti yang Lilu jelaskan sebelumnya, karena dapur pacu tab memegang kendali penuh pada kelancaran menjalankan program aplikasi. Biasanya tab desain grafis nggak cuman buka satu aplikasi desain aja. Ada banyak aplikasi yang dibuka sekaligus dan kalau pengerjaan ini tidak didukung oleh prosesor yang mumpuni, pengerjaaan desain jadi terhambat.- Baca: Tablet untuk membaca mungkin memiliki prosesor yang cukup untuk menjalankan aplikasi pembaca e-book tanpa kelebihan. Ada yang bisa dipakai untuk membuat catatan variatif, tapi kinerjanya terbatas pada hal-hal sederhana dan nggak berat.
6. Ukuran dan Portabilitas
- Desain Grafis: Tablet desain grafis biasanya punya ukuran yang lebih besar dengan layar besar untuk memberikan ruang kerja yang memadai. Semakin besar ukuran layarnya, desianer akan semakin leluasa bekerja. Hasil pengerjaannya pun bisa lebih nyaman, apalagi saat melihat preview kerja. - Baca: Tablet untuk membaca sering lebih ringan dan portabel karena membaca bisa dilakukan dimana saja. Ukurannya sengaja dibuat tidak terlalu besar agar bisa memfasilitasi kenyamanan membaca setiap kali Anda ingin membaca.
7. Kapasitas Penyimpanan
- Desain Grafis: Tablet desain grafis mungkin membutuhkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar untuk menyimpan file proyek yang kompleks. Kapasitas penyimpanan juga mendukung kerja prosesor. Biasanya prosesor tangguh akan dimiliki oleh kapasitas penyimpanan yang besar. Jadi pengguna tablet tidak merasa dirugikan saat bekerja menggunakan tab yang ada. - Baca: Tablet untuk membaca biasanya memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup untuk koleksi buku digital. Penyimpanannya tidak terlalu besar tapi itu cukup untuk menunjang aktivitas membaca dari mana aja.
8. Konektivitas
- Desain Grafis: Tablet desain grafis biasanya dilengkapi beberapa port dan konektivitas untuk menghubungkan tablet ke perangkat tambahan seperti monitor eksternal, headphone, flashdisk, USB dan sebagainya.- Baca: Tablet untuk membaca dapat memiliki konektivitas dasar untuk sinkronisasi dan mengunduh konten bacaan. Di tablet untuk baca konektivitas yang paling memungkinkan ada konektivitas USB dan audio jack.
9. Harga
- Desain Grafis: Tablet desain grafis seringkali lebih mahal karena memiliki fitur dan spesifikasi yang lebih tinggi. - Baca: Tablet untuk membaca biasanya lebih terjangkau, dengan fokus pada fungsi dasar membaca.
10. Durasi Baterai
- Desain Grafis: Tablet desain grafis memiliki durasi baterai yang lebih pendek karena tuntutan daya pemrosesan yang tinggi. Tapi kapasitas baterai yang ditawarkan tidaklah rendah. Masalah durasi baterai ini dikarenakan aplikasi dan proses kerjanya yang berat bukan kapasitas baterai yang rendah. - Baca: Tablet untuk membaca cenderung memiliki durasi baterai yang lebih lama untuk mendukung sesi membaca yang panjang. Kapasitas baterainya mungkin sama seperti baterai tab desain tapi karena aplikasi dan proses kerjanya tidak terlalu berat jadi durasi pemakaiannya bisa lebih lama.
Kesimpulannya, spesifikasi tab untuk desain dan untuk membaca itu berbeda karena aktivitas yang dilakukan di dalamnya juga berbeda. Anda bisa menggunakan tab desain untuk membaca tapi nggak bisa menggunakan tab baca untuk membuat desain yang kompleks. Anda bisa memilih tablet sesuai kebutuhan dan budget.
Kesimpulannya, spesifikasi tab untuk desain dan untuk membaca itu berbeda karena aktivitas yang dilakukan di dalamnya juga berbeda. Anda bisa menggunakan tab desain untuk membaca tapi nggak bisa menggunakan tab baca untuk membuat desain yang kompleks. Anda bisa memilih tablet sesuai kebutuhan dan budget.
